Petunjuk Teknis Asesmen Bakat Minat Tahun 2024
Petunjuk Teknis Asesmen Bakat Minat Tahun 2024

Petunjuk Teknis Asesmen Bakat Minat Tahun 2024

Diposting pada

Kota Gorontalo – Petunjuk Teknis Asesmen Bakat Minat (ABM) Jenjang SMP/MTs Tahun 2024

KATA PENGANTAR
Dalam rangka pelaksanaan pelayanan asesmen pendidikan, Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kemendikbudristek, mengadakan kegiatan Asesmen Bakat dan Minat (ABM) Pusmendik berbasis komputer untuk siswa kelas IX di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Pelaksanaan layanan ABM di satuan pendidikan bertujuan untuk memperoleh gambaran kemampuan siswa pada bidang-bidang khusus serta minat siswa berdasarkan ketertarikannya pada suatu jenis kegiatan atau pekerjaan tertentu. Satuan pendidikan akan memperoleh gambaran bakat dan minat siswa berdasarkan hasil yang diperoleh.

Petunjuk teknis ini berisi tentang latar belakang, tujuan, dan petunjuk pelaksanaan layanan ABM. Petunjuk teknis ini disusun agar dapat membantu satuan pendidikan yang menyelenggarakan ABM sehingga dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Selanjutnya kami sampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan layanan ABM.

Petunjuk Teknis Asesmen Bakat Minat (ABM) Jenjang SMP/MTs Tahun 2024

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Asesmen Bakat dan Minat (ABM) Pusmendik merupakan asesmen yang mengukur potensi siswa yang dirancang untuk memprediksi kemampuan seseorang pada bidang-bidang khusus dan minat seseorang berdasarkan ketertarikannya pada suatu jenis kegiatan atau pekerjaan tertentu. ABM diharapkan dapat menempatkan siswa pada bidang keahlian yang tepat sehingga menimbulkan motivasi dan kenyamanan dalam proses pembelajaran. Aspek yang diukur dalam Asesmen Bakat terdiri atas kemampuan verbal, kuantitatif, penalaran, spasial, mekanik, klerikal, dan penggunaan bahasa serta dilengkapi dengan Asesmen Minat.

Berbeda dari tes prestasi yang mengukur pengetahuan akademik, ABM disusun tidak berdasar silabus mata pelajaran tertentu sehingga dalam menjawab soal lebih tergantung pada daya nalar. Prosedur pengembangan butir soal ABM sudah terstandar sehingga menghasilkan soal-soal yang valid dan terkalibrasi. Melalui soal yang terkalibrasi tersebut, hasil asesmen dari beberapa subtes, waktu, dan paket yang berbeda akan dapat dibandingkan. Asesmen bakat dirancang untuk memprediksi keberhasilan siswa pada jurusan yang dikehendaki. Akurasi prediksi keberhasilan siswa pada jenjang/kelas yang lebih tinggi dapat terlihat berdasarkan hasil asesmen. Asesmen minat dirancang untuk mengetahui ketertarikan siswa pada bidang-bidang tertentu. Penggunaan tes prestasi, asesmen bakat, dan asesmen minat secara bersama akan memberikan gambaran kemampuan siswa secara lebih lengkap.

Salah satu langkah yang dilakukan Pusmendik dalam membantu satuan pendidikan untuk mengetahui gambaran bakat dan minat siswa adalah melalui pelayanan ABM. Pelayanan ABM diselenggarakan untuk satuan pendidikan jenjang SMP/MTs/SMPK/SMPTK/MWP di seluruh Indonesia melalui asesmen berbasis komputer (Computerized Based Test – CBT) secara daring.

Informasi mengenai Pelayanan ABM dapat dilihat pada laman ABM yaitu https://pusmendik.kemdikbud.go.id/abm. Laman ABM dapat diakses oleh Pelaksana Pusat, Pelaksana Provinsi, Pelaksana Kota/Kabupaten dan Satuan Pendidikan.

B. Tujuan
Pelayanan ABM di satuan pendidikan bertujuan untuk memberikan informasi ke satuan pendidikan mengenai potensi siswa pada bidang-bidang khusus berdasarkan aspek yang diukur dan kesesuaian dengan minatnya.

C. Ruang Lingkup
Pelayanan ABM ditawarkan kepada siswa SMP, MTs, SMPK, SMPTK, dan MWP kelas IX di Indonesia.

II. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PELAKSANA ABM
A. Pelaksana Pusat

  1. Menyusun dan menetapkan kerangka kerja ABM;
  2. merencanakan, mengoordinasikan persiapan, dan pelaksanaan ABM di tingkat pusat dan daerah;
  3. menyiapkan sistem pendataan peserta ABM;
  4. menyiapkan sistem aplikasi ABM;
  5. menyusun petunjuk teknis pelaksanaan ABM;
  6. menetapkan jadwal pelaksanaan ABM;
  7. menyiapkan dan menetapkan bahan ABM;
  8. mengaktifkan akses proktor dan token ABM;
  9. memantau pelaksanaan ABM di daerah;
  10. menyusun materi sosialisasi bagi pemangku kepentingan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan Satuan Pendidikan;
  11. melakukan sosialisasi pelaksanaan ABM;
  12. menyelesaikan permasalahan teknis yang diteruskan oleh tim teknis provinsi melalui laman ABM;
  13. mengevaluasi pelaksanaan dan hasil ABM;
  14. melakukan pengolahan hasil ABM; dan
  15. membuat laporan pelaksanaan ABM.

B. Pelaksana Provinsi (Dinas Provinsi dan Kanwil Kemenag Provinsi)

  1. Melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan Dinas Kota/Kabupaten;
  2. menetapkan tim teknis ABM;
  3. membantu penanganan masalah yang dialami oleh Kota/Kabupaten di wilayahnya; dan
  4. memantau progres data melalui laman ABM.

C. Pelaksana Kota/Kabupaten (Dinas Kota/Kabupaten dan Kantor Kemenag
Kota/Kabupaten)

  1. Melakukan sosialisasi penyelenggaraan ABM kepada satuan pendidikan;
  2. menetapkan tim teknis ABM;
  3. melakukan koordinasi dengan satuan pendidikan terkait pendaftaran, pengaturan ruang, dan penentuan jadwal ABM; dan
  4. membantu penanganan masalah yang dialami oleh satuan pendidikan.

D. Satuan Pendidikan

  1. Menyiapkan sumber daya yang terkait dengan pelaksanaan ABM;
  2. mendaftar dengan mengakses laman ABM;
  3. mengakses laman ABM secara berkala untuk mendapatkan informasi dan pengumuman terkait pelaksanaan ABM.;
  4. melaksanakan asesmen dengan penuh tanggung jawab dan berintegritas;
  5. mencetak laporan hasil ABM yang diunduh dari laman ABM; dan
  6. menetapkan penanggung jawab, proktor, teknisi, dan pengawas ujian dari satuan pendidikan masing-masing, dengan tugas sebagai berikut :
    • Penanggung Jawab
      • menandatangani pakta integritas penanggung jawab;
      • bertanggung jawab dan mengoordinasikan pelaksanaan ABM di satuan pendidikan; dan
      • tidak mendokumentasikan dan menyebarkan soal ABM melalui media apapun
    • Proktor
      • mengisi dan mencetak pakta integritas untuk penanggung jawab, proktor, teknisi, dan pengawas;
      • menandatangani pakta integritas proktor;
      • mengunggah pakta integritas penanggung jawab, proktor, teknisi, dan pengawas;
      • Mempelajari manual aplikasi yang dapat diunduh di laman ABM;
      • Menyiapkan perangkat komputer yang akan digunakan untuk ABM bersama teknisi;
      • mengunduh aplikasi ABM yang terdiri dari aplikasi Proktor Browser dan ExamBrowser pada laman ABM;
      • memasang aplikasi pada perangkat komputer yang akan digunakan untuk ABM;
      • melakukan simulasi penggunaan aplikasi untuk memastikan bahwa aplikasi dapat berjalan dengan baik (username dan password simulasi dapat diakses pada laman ABM);
      • mengunduh serta mencetak daftar hadir pada laman ABM;
      • mengunduh dan mencetak kartu login peserta;
      • menjalankan aplikasi proktor ABM;
      • memastikan pelaksanaan ABM di satuan pendidikan berjalan dengan lancar;
      • mengunggah daftar hadir yang telah ditandatangani oleh peserta, pengawas dan proktor;
      • mengisi, mencetak, dan mengunggah berita acara pelaksanaan ABM yang telah ditandatangani oleh proktor, pengawas, dan penanggung jawab ke laman ABM;
      • mencatat username peserta yang mengalami kendala teknis di berita acara ujian pelaksanaan; dan
      • tidak mendokumentasikan dan menyebarkan soal ABM melalui media apapun.
    • Teknisi
      • menandatangani pakta integritas teknisi;
      • menyiapkan sarana prasarana komputer bersama proktor yang akan digunakan untuk ABM;
      • memastikan jaringan internet berjalan stabil selama pelaksanaan ABM;
      • melakukan perbaikan/penggantian alat yang mengalami kerusakan pada saat pelaksanaan ABM; dan
      • tidak mendokumentasikan dan menyebarkan soal ABM melalui media apapun.
    • Pengawas
      • menandatangani pakta integritas pengawas;
      • hadir di ruang asesmen tiga puluh (30) menit sebelum ujian dimulai;
      • menyediakan dan menaruh kertas buram/HVS di meja komputer siswa;
      • bertanggung jawab mengawasi maksimal 20 siswa;
      • memeriksa dan memastikan setiap siswa hanya membawa alat tulis di tempat duduk masing-masing;
      • memastikan peserta tidak membawa tas (meminta peserta meletakkan tas di bagian depan ruang ujian), HP, kalkulator, atau alat bantu hitung lainnya;
      • memastikan semua siswa mengumpulkan kertas buram dan alat tulis sebelum subtes memori (akan muncul informasi pada layar komputer siswa untuk mengumpulkan kertas buram dan alat tulis);
      • tidak mendokumentasikan dan menyebarkan soal ABM melalui media apa pun;
      • menyerahkan lembar daftar hadir peserta dan lembar berita acara pelaksanaan kepada proktor untuk diunggah; dan
      • melaksanakan prosedur pelaksanaan asesmen dengan penuh rasa tanggung jawab (Lihat lampiran 1. Prosedur Pelaksanaan Asesmen oleh Pengawas).

Selengkapnya Silahkan Download Petunjuk Teknis Asesmen Bakat Minat (ABM) Jenjang SMP/MTs Tahun 2024 Pada Link Berikut:

>>>>> UNDUH <<<<<